Perbedaan Rumus Daya 1 Phase dan 3 Phase

Instalasi daya listrik 1 phase adalah instalasi listrik yang memakai 3 kabel, yaitu kabel phase, netral, dan grounding atau arde. Dimana tegangan antara phase dan netral adalah 220 Volt.

Berikut ini adalah rumus cara mencari daya 1 Phase :

> P = V x I
> I = P / V

Ket : 
p : Daya (Watt)
I : Arus (Ampere)
V : Tegangan (Voltage)                                  

Contoh soal :

Sebuah intalasi listrik 1 phase yang bertegangan 220 V, kemudian dialiri arus sebesar 6 Ampere, maka besar daya listrik itu adalah

P = V x I
P = 220 Volt x 6 Ampere
p = 1320 VA atau sama saja 1320 Watt

Instalasi daya listrik 3 phase adalah instalasi listrik yang memakai 5 kabel, yaitu 3 kabel untuk phase R, S, T dan 1 kabel untuk netral, serta 1 kabel lagi untuk grounding atau arde. Dimana tegangan antara phasenya adalah 380 Volt, kemudian tegangan antara phase dan netral adalah 220 Volt.

Berikut ini adalah rumus cara mencari daya 3 Phase :

> P = V x I x Cos ø x √3
> I = P / (V x Cos ø x √3)

Ket : 
p  : Daya (Watt)
I  : Arus (Ampere)
V  : Tegangan (Voltage)

Contoh soal :

Sebuah intalasi listrik 3 phase yang bertegangan 380 V, arus terukur adalah 100 Ampere di setiap phasenya, cos ɸ di instalasi tersebut terukur 0,85, maka besar daya listrik itu adalah

P = V x I x Cos ø x √3
P = 380 Volt x 100 Amp x 0,85 x 1,73
p = 55.879 Watt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *